Sabtu, 28 Oktober 2017

Cara Over Kredit Kendaraan Agar Tidak Bermasalah

Over Kredit Kendaraan Yang Aman
Salah satu solusi ketika seseorang menghadapi permasalahan finansial dalam membayarcicilan kredit mobil yakni melakukan over kredit mobil.Proses over kredit ini merupakan proses jual beli mobil yang masih berstatus kredit. Jadi, pemilik mobil mengalihkan status kreditnya atau tanggung jawab pembayaran kreditnya ke pembeli mobil yang baru. Biasanya pembeli mobil memberikan sejumlah uang kepada pemilik mobil sebelumnya sebagai ganti dari uang angsuran kredit mobil dan uang muka yang sudah dibayarkan. Selanjutnya, pembeli akan melanjutkan pembayaran kredit mobil tersebut hingga lunas. Transaksi jual beli mobil ini dianggap memiliki beberapa keuntungan, baik untuk pembeli maupun pemilik mobil.

Keuntungan Membeli Mobil Secara Over Kredit

Keuntungan melakukan over kredit mobil bagi pemilik mobil yakni pemilik mobil terbebas dari beban finansial, tak perlu lagi membayar cicilan karena sudah dialihkan status kreditnya. Pemilik mobil juga memperoleh sejumlah uang untuk mengatasi masalah finansialnya dari sejumlah uang yang dibayarkan oleh pembeli mobil. Langkah over kredit sebenarnya tak hanya menguntungkan bagi pemilik kredit yang mengalami permasalahan finansial, tapi juga menguntungkan bagi pencari mobil bekas. Membeli secara over kredit memungkinkan pencari mobil untuk bisa memperoleh mobil bekas berkualitas baik dengan harga miring.Cara ini juga dianggap lebih murah daripada membeli mobil baru secara kredit. Jadi sangat cocok bagi pencari mobil bekas yang memiliki dana terbatas. Di samping itu, pembeli mobil tak perlu mencicil kredit dari awal seperti layaknya kredit mobil baru. Namun, cukup melanjutkan sisa pembayaran kredit hingga masa tenor berakhir.

Risiko Membeli Mobil Secara Over Kredit

Meski dianggap menguntungkan bagi kedua belah pihak, ternyata membeli mobil secara over kredit memiliki risiko terutama proses over kredit mobil yang dilakukan di bawah tangan atau tanpa diketahui pihak bank. Kalau tidak berhati-hati dalam memilih calon pembeli atau memilih pembeli yang tak bertanggung jawab, bisa-bisa proses over kredit akan bermasalah di kemudian hari.Permasalahan yang sering muncul dalam proses pembelian mobil secara over kredit adalah pembayaran cicilan yang macet atau menunggak oleh pemilik mobil yang baru. Padahal, dalam proses over kredit ini nama debitur yang tertera sebagai pemberi kredit masih menggunakan nama pemilik mobil sebelumnya atau nama kita. Jadi, ketika terjadi penunggakan kredit atau kredit macet, maka nama kita sendiri yang tercoreng di mata bank. 

Proses over kredit mobil di bawah tangan juga bertentangan dengan hukum yakni UU No. 42 Tahun 1999 tentang Fidusia dengan ancaman hukuman penjara. Dalam aturan tersebut, dinyatakan bahwa pemberi fidusia dalam kasus ini debitur atau pemilik mobil, dilarang mengalihkan, menggadaikan atau menyewakan benda yang merupakan obyek jaminan fidusia (mobil) kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari penerima fidusia (bank atau perusahaan penerima pembiayaan. Pelanggaran terhadap aturan ini bisa terancam pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda maksimal Rp 50 juta. 

Cara Melakukan Proses Jual Beli Over Kredit yang Aman

Itu sebabnya ketika hendak melakukan proses over kredit mobil, sebaiknya melapor kepada pihak bank dan perusahaan pembiayaan. Ketika melaporkan proses over kredit, pihak bank atau lembaga keuangan akan melakukan analisis terhadap calon pembeli baru. Langkah ini sekaligus memberi kewenangan bagi lembaga keuangan untuk melakukan penolakan apabila calon pembeli baru dinilai tak layak secara finansial demi menghindari kredit bermasalah di masa depan. Apabila calon pembeli baru dinilai siap secara finansial, maka proses jual beli bisa dilanjutkan. Pada proses pelaporan, lazimnya akan dilakukan proses balik nama sehingga pemilik mobil yang lama tetap aman apabila di kemudian hari pembayaran cicilan oleh pemilik baru bermasalah.

Tidak ada komentar:
Write komentar