Rabu, 09 Agustus 2017

Cara Menyapih Yang Tak Meninggalkan Trauma Pada Anak

Menyapih Anak

Tak terasa yah Bunda, waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin Anda melahirkan sang buah hati ke dunia ini. Setiap momen yang telah Anda lewati bersama buah hati dengan penuh suka cita. Baik momen lucu, momen ketika buah hati tumbuh, momen terlihat menggemaskan dan momen bahagia lainnya, rasanya tentu amat sulit untuk dilupakan. Banyak sekali hal-hal yang telah Anda lalui bersama sang buah hati membuat Anda ingin menghentikan waktu supaya bisa melihatnya selalu menggemaskan. Namun tentu harapan Anda tak akan pernah terwujud sebab waktu akan terus berjalan tanpa mengenal kompromi dan akan tiba saatnya Anda menyapih sang buah hati, jadi Anda harus mengetahui cara menyapih anak.

Menyapih adalah menghentikan anak dari menyusu dari payudara sang Bunda. Hal ini dilakukan ketika usia anak sudah memungkinkan untuk mendapatkan asupan gizi lain secara langsung dari berbagai makan bukan dari Asi lagi. Dalam ajaran agama Islam memberikan batas standar menyapih anak ketika anak sudah berusia 2 tahun.

Tentu akan sangat sulit untuk menyapih sang buah hati, terlebih lagi bagi para Bunda yang baru pertama kali melakukan ritual penyapihan ini. Karena ketika menyapih buah hati, bukan hanya buah hati yang akan sering rewel tapi ikatan emosional sang Bunda bersama dengan sang buah hati yang membuat banyak Bunda tidak tega melakukan hal ini. Akan muncul perasaan dilema antara keharusan dan kasih sayang. Lantas langkah baik apakah yang harus dilakukan ketika hendak menyapih sang bayi? Mari simak bersama ya.

1. Tentukan Waktu Menyapih

Banyak di kalangan Bunda-Bunda muda yang menanyakan hal ini. Kapan saya harus menyapih anak saya? Jawabannya tentu sangat beragam. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa Bunda harus memberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan penuh, lalu setelahnya boleh diberikan asupan gizi dari makanan lain selain ASI dan menggantinya sengan susu formula.

Tapi sebenarnya waktu yang tepat untuk menyapih adalah ketika bayi berusia 1-2 tahun. Ataupun Anda boleh memilih waktu yang benar-benar tepat untuk menyapih anak Anda dengan menganalisa perkembangannya.

2. Sapih Anak Ketika Sehat

Memilih waktu memang sangatlah penting, namun Anda juga harus melihat keadannya juga. Jika waktunya menurut Bunda sudah tepat namun bayi dalam keadaan tidak sehat makan lebih baik tunda terlebih dahulu, tunggulah hingga sembuh baru mulai disapih sedikit demi sedikkit.

3. Lakukan Secara Bertahap

Maksudnya adalah ketika hendak menyapih Anak hendaknya dilakukan dengan mengurangi frekuensi menyusi anak, contoh mudahnya adalah yang biasanya Bunda menyusui 5 kali dalam sehari, Bunda harus menguranginya menjadi 2 kali sehari kemudian sekali dalam dua hari dan seterusnya hingga sang anak tidak ingin menyusu ke payudara Bunda. Selain demi berhasilnya menyapih anak ternyata cara ini juga menguntungkan bagi sang Bunda yang akan terhindar dari pembengkakan dan nyeri pada payudara.

4. Perkenalkan Makanan Baru

Mengalihkan perhatian anak dari ASI memang bukan hal yang mudah tapi Bunda harus bisa melakukannya demi kebaikan buah hati Bunda di masa depan kelak. Salah satunya dengan mengenalkan tambahan asupan gizi baru yakni makanan padat. Awalnya tentu bayi akan menolak bahkan sampai memuntahkannya kembali tapi lambat laun pasti akan terbiasa dan lebih menyukai makanan padat ketimbang ASI.

5. Bunda Harus Tegas

Cara menyapih anak yang terakhir dan sangat penting adalah sikap tegas Bunda kepada anak ketika tiba waktu untuk menyapih. Ingatlah! anak sangatlah peka terhadap ekspresi Bundanya, jangan sampai Bunda terlihat ragu ketika menyapih anak karena akan berakibat sang anak tak mau disapih.

Jadi sapihlah anak Bunda dengan cara yang tepat seperti di atas supaya tidak menimbulkan efek trauma pada anak. Hal yang harus dihindari adalah mengoleskan kunyit atau brotowali pada puting payudara, cara kuno ini dapat menyakibatkan trauma pada masa depan anak. Sapihlah dengan lemah lembut dan dibalut dengan kasih sayang supaya hasilnya sesuai dengan ekspeltasi. Selamat mencoba Bunda.

Tidak ada komentar:
Write komentar